Minggu, 16 Juni 2019

Genmuda –  “Jangan ada Ayu Ting Ting di antara kita, karena jadi Nagita itu Perih.” Sebuah meme konyol tapi kreatif yang lahir berkat drama gak berujung dalam hubungan Nagita Slavina – Raffi Ahmad – Ayu Ting Ting.

Pada akhirnya, hasil olok-olok netizen buat seleb suami-istri yang kehidupannya masih kayak anak baru puber itu menghasilkan istilah baru. Kalo dipakai terus, bisa jadi istilahnya beneran masuk Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Kalo Genmuda.com amati dari meme itu, Ayu Ting Ting bisa berarti “Orang ketiga dalam hubungan rumah tangga yang tidak diakui selingkuhan oleh orang yang selingkuh, tapi orang lain pada menduga kalau dia adalah selingkuhan.”

Sementara itu, Nagita jelas berarti “Korban tindak Ayu Ting Ting yang entah apa alasannya masih bertahan dengan pasangannya.” Liat, kan? Artinya jauh lebih spesifik daripada “selingkuhan” atau “korban selingkuh.”

via giphy.com

Dalam bahasa manapun, nama setiap orang/kelompok emang bisa ngebuat kosakata baru. Biasanya sih, para pakar ilmu pengetahuan dan inventor sengaja menyematkan nama mereka buat menyebut penemuannya. Misalnya, Volt, Ohm, atau Decibel.

Tapi, ada saatnya seseorang punya kelakuannya yang ‘begitu ikonik’ sehingga orang lain yang jadiin nama mereka sebagai sebuah istilah. Siapa ajakah mereka yang nasibnya seperti Ayu-Natiga? Yuk simak di bawah ini.

1. Casanova

via wikimedia.org
Lukisan Giacomo Casanova. (Sumber: wikimedia.org)

Casanova merupakan istilah bagi cowok yang gampang suka sama cewek dan punya banyak pacar, gebetan, dan “sampingan.” Tingkatannya bisa dibilang jauh lebih nyebelin daripada playboy. Istilah ini diambil dari Giacomo Casanova, seorang petualang Italia yang kegep punya banyak simpanan.

2. Boikot

via wikimedia.org
Karikatur Charles Boycott. (Sumber: wikimedia.org)

Di kamus, boikot bisa berarti “persekongkolan untuk menolak kerjasama pihak lain.” Istilahnya diambil dari nama Charless Boycott. Pada abad ke-19, si tuan tanah itu dicuekin abis-abisan sama tetangga dan warga sekitar karena menolak murahin sewa tanah bagi warga yang tinggal di sana.

3. Chauvinis

via Istimewa
Lukisan Perang Napoleon. (Sumber: Istimewa)

Anak-anak IPS pasti tau makna dari Chauvinis yang berarti sifat patriotisme berlebihan terhadap identitas diri atau negaranya. Sifat macam itu juga ada dalam diri Nicolas Chauvin, seorang tentara Prancis yang mengabdi bersama pasukan perangnya Napoleon Bonaparte.

4. Sadis

via YouTube
Penggambaran Marquis de Sade (kiri) dalam game “Assassin’s Creed Unity” (2014).

Kata yang dalam pergaulan sehari-hari bisa berarti pujian ini sebenarnya punya arti tak mengenal belas kasih. Diambil dari nama Marquis de Sade, seorang politikus Prancis abad ke-18 yang populer dengan karya tulisnya yang mengandung pornografi, kekerasan, dan pencemaran agama.

5. Masochis

via Istimewa
Leopold von Masoch. (Sumber: Istimewa).

Kata itu pertama kali diperkenalkan von Krafft-Ebing, seorang psikolog Austria untuk menyebut perilaku menyakiti diri sendiri untuk mencapai kepuasan seksual. Nah, Von Krafft-Ebing dapet istilahnya dari nama Leopold Ritter von Sacher-Masoch, seorang penulis yang sifatnya kayak gitu.

6. Pompadour

via npr.org
Madamme de Pompadour. (Sumber: npr.org).

Rambut jambul mengilap ini emang populernya karena Elvis Presley, tapi istilahnya berasal dari nama Madame de Pompadour, permaisuri Raja Louis XV Prancis. Doi gak menamakan gaya ciptaannya seperti itu, tapi orang pada menyebutnya dengan gaya Madam Pompadour.

7. Wellington

via Istimewa
Arthur Wellesley, the Duke of Wellington. (Sumber: Istimewa).

Penggemar boots pasti paham kalo Wellington adalah jenis high top boots yang biasanya terbuat dari karet. Fashion itu tercipta berkat Arthur Wellesley, Duke of Wellington, pada abad ke-19, yang meminta pembuat sepatunya menciptakan boots yang tingginya sampe lutut.

8. Sandwich

via Istimewa
John Montagu, sang Earl of Sandwich. (Sumber: Istimewa)

Dikisahkan, John Montagu yang adalah peraih gelar kenamaan Angkatan Laut Inggris Earl of Sandwich, karena suka main kartu remi doi sampe sering lupa makan. Oleh karena itu, doi punya ide menjepit daging dengan dua roti, dan memakannya sambil main kartu. Saat itulah, lahir roti sandwich yang kita kenal sampai sekarang. Warbiasyak! (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.