Rabu, 12 Desember 2018

Genmuda – Kawan Muda pikir konflik Iron-Man dengan Captain America itu dramatis? Itu belum seberapa. Ada konflik lebih ambisius, lebih berdarah, dan lebih dramatis yang terjadi di dunia nyata. Itulah konflik Korea Utara v Korea Selatan.

Untunglah, konflik sejak 1950-an itu berakhir dengan potensi damai. Presiden Korsel Moon Jae In dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un bertemu di batas kedua negara dan saling berjabat tangan.

Lebih epik dan “magisnya,” kedua pejabat tinggi itu saling melewati batas negara dengan aman tanpa memicu agresi dari pihak lain. Serius. Kejadian itu sakral banget karena beberapa hal di bawah ini.

1. Konflik yang mendarah daging

via time.com
Pasukan AS dikirim ke Korea Selatan buat perangi Korea Utara, 1950. (Sumber: TIME)

Korea Utara – Selatan terpisah pada akhir Perang Dunia II. Pasukan militer sebelah utara dipersenjatai dengan berat oleh Uni Soviet (saat ini Russia) dan menyerbu area selatan. Sementara itu, pihak Amerika Serikat berperang buat Korea Selatan.

Terjadilah Perang Korea 1950 yang menewaskan lebih dari satu juta orang. Sejak itu, Korea Utara selalu sentimen sama AS sementara Korea Selatan selalu waspada terhadap serangan lanjutan dari pihak Korea Utara. Walau negara yang terlibat berganti pemimpin, sentimennya tetep ada.

2. Akhirnya bisa saling becanda

via nytimes.com
Ki-ka: Kim Jong Un dan Moon Jae In di garis batas dua negara. (Sumber: NY Times)

Kedua pemimpin juga saling tukeran candaan. Lebih epiknya lagi, bercandaan itu pertama dilontarin sama Kim Jong Un, pemimpin yang selama ini dikenal keras, kaku, dan gak bisa diajak negosiasi.

“Saya sadar bahwa Anda sering bangun pagi-pagi,” kata Kim Jong Un bercandain momen ketika Moon Jae In panik akibat Korea Utara mengujicoba peluru kendali jarak jauh pada pagi-pagi buta.

Kim Jong Un melanjutkan, “Sekarang, anda tidak perlu bangun pagi-pagi lagi.”

“Akhirnya saya bisa tidur nyenak,” timpal Moon Jae In diiringi tawa media.

3. Kim Jong Un main ke Korea Selatan

via nytimes.com
Moon Jae In dampingi Kim Jong Un di karpet merah menuju Rumah Perdamaian. (Sumber: NY Times)

Becandaan itu dilanjutin dengan undangan kepada pihak Korea Utara untuk ke Korea Selatan. Bukan buat tur ke lokasi drama Korea, melainkan ngomongin perdamaian kedua negara di Rumah Perdamaian Panmunjom Korea Selatan.

4. Menonaktifkan nuklir

Salah satu hal yang didiskusiin kedua petinggi adalah upaya menonaktifkan senjata nuklir. Buat kedua negara, itu kabar baik karena perang nuklir ujung-ujungnya pasti bencana buat semua pihak.

5. Bikin semua bernapas lega

Bukan hanya Korea Utara-Selatan yang bernapas lega, negara lain juga. Terutama, Amerika Serikat yang gak perlu terseret-seret ke konflik negara lain (lagi). Tiongkok, sahabat Korea Utara sejak 1950-an juga ikut bernapas lega.

6. Kim Jong Un buka-bukaan

via telegraph.co.uk
(Sumber: telegraph.co.uk)

Kim Jong Un pun buka-bukaan soal kondisi negaranya. Baru kali itu, pemimpin yang selalu bilang negaranya nomor satu di dunia mengakui bahwa kondisi jalan negaranya terbilang buruk.

Kim Jong Un pun utarain kekagumannya pada kereta cepat Korea Selatan yang dilihat saat kunjungan Korut pada Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan, Februari lalu.

7. Dua sodara bakal bersatu lagi

via nytimes.com
Siaran langsung prosesi perdamaian Korea Utara dan Selatan. (Sumber: NY Times)

Detil kesepakatan Kim Jong Un dan Moon Jae In belum dipublikasiin. Banyak pihak berharap kedua sodara yang berseteru gara-gara campur tangan negara asing itu bisa bersahabat lagi. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.