Selasa, 23 Oktober 2018

Genmuda – Halaman explore Instagram beberapa bulan terakhir dibanjiri video selfie seru diiringi musik yang engga kalah keren. Logo notasi lagu terpampang di salah satu sudut video. Itu tanda video buatan aplikasi Tik Tok.

Aplikasinya tersedia di Google PlayStore dan AppleStore dalam bahasa Mandarin, Inggris, juga Indonesia. Gak usah heran deh developernya, ByteDance – Toutiao sampai bikin khusus buat Bahasa Indonesia.

Soalnya, Indonesia adalah pendownload nomor satu aplikasi Tik Tok. Kenapa bisa gitu? Karena beberapa sebab di bawah ini.

1. Mayoritas orang Indonesia pada pengen dikenal

via momentum.asia
(Sumber: momentum.asia)

Terkenal kayak artis mungkin enggak, tapi semua orang Indonesia pasti pengen punya banyak kenalan. Selain dengan rajin dateng kondangan dan buka bareng, caranya dengan main medsos.

Dan, dengan aplikasi yang bisa menghasilkan video loncat-loncat penuh efek, siapa yang gak mau memakainya?

2. Banyak pengguna internat baru

via techinasia.com

Seiringan dengan merambahnya jaringan 4G dan ketersediaan wifi, bertambah pula pengguna internet Indonesia. Banyak pengguna baru internet yang akhirnya mendownload aplikasi Tik Tok dan penggunanya makin banyak.

3. Ingin seperti influencer

via Istimewa
Ini Salshabilla Adriani. (Sumber: Istimewa)

Pihak Tik Tok kerjasama dengan banyak influencer (terutama selebgram) buat mengupload video setelah diedit sama Tik Tok. Para follower yang pengen kayak idolanya pun mendownload aplikasi itu supaya bisa upload video yang sama. Di Indonesia, salah satu artisnya adalah Salshabilla Adriani.

4. Punya algoritme khusus

via momentum.asia
Sebaran pengguna Tik Tok di dunia. (Sumber: momentum.asia)

Supaya penggunanya gak cabut, Tik Tok melengkapi diri dengan algoritme khusus yang bisa memahami selera penggunanya. Aplikasinya bakalan nawarin editan video dan musik pengiring yang secara umum menyesuaikan minat netizen.

5. Banyak efek dan filter

via momentum.asia
(Sumber: momentum.asia)

Musik pengiring video di Tik Tok bisa diperlambat, dipercepat, bahkan dipotong. Efek transisi videonya pun melimpah. Seperti halnya keberlimpahan filter video.

6. Gak punya saingan lagi

via momentum.asia
Ini Musical.ly, aplikasi yang dibeli sama developernya Tik Tok. (Sumber: momentum.asia)

Sebelum Tik Tok viral, aplikasi serupa itu adalah Musical.ly yang juga merupakan aplikasi dari Tiongkok. Sejak 2017, Musical.ly resmi dibeli Toutiao. Makanya, Tik Tok selaku aplikasi buatan Toutiao memiliki semua efek, musik, filter, dan keseruan yang pernah ada di Musical.ly (almarhum).

7. Perusahaannya juga gencar banget beriklan

via momentum.asia
(Sumber: momentum.asia)

Namanya juga perusahaan dengan nilai kekayaan 30 miliar USD, Toutiao gencar banget bikin iklan. Setelah kamu baca artikel ini pun, pasti iklan Tik Tok nongol di medsos kamu.

Lama-lama penasaran, iklan itu kamu klik dan akhirnya kamu menggunakan Tik Tok seperi halnya lebih dari 100 juta pengguna aplikasi itu di dunia, terus ketagihan ngerekam diri sendiri dengan berbagai pose di satu video. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.