Jum'at, 17 Agustus 2018

Genmuda – Film “Dilan 1990” (2018) sukses bikin baper para penontonnya sehingga sebagian besar terdorong beli novelnya. Kebanyakan pada penasaran sama cara Pidi Baiq sajiin plot cerita cinta sulit ditebak dan gombalan ikonik Dilan kepada Milea dalam bentuk tulisan.

Well, sebenernya bukan Pidi Baiq doang yang jago bikin pembaca pada baper. Novel-novel di bawah ini juga ditulis dengan kalimat-kalimat yang hanyutin pembacanya ke dalam buku, loh.

1. Pulau Sae

via goodreads.com
(Sumber: goodreads.com)

Bercerita soal persahabatan dua cewek, Akari dan Kinuka dengan dua cowok, Genki dan Arata, “Pulau Sae” tampilin potongan-potongan hidup empat sahabat dari desa di pulau terpencil yang bersekolah di kota besar.

Bukan hanya nampilin cinta segibanyak di antara karakternya, novel terjemahan karya Mizuki Tsujimura itu juga tampilin detil kehidupan penduduk area terpencil. Cocok banget dibaca anak Antropologi atau Sosiologi.

2. Refrain: Saat Cinta selalu Pulang

via goodreads.com
(Sumber: goodreads.com)

Winna Efendi, penulis novelnya tunjukin kalo persahabatan cewek dan cowok adalah gak mungkin. Cepat atau lambat, percikan-percikan bakalan dirasain salah satunya dan mengganggu persahabatan itu.

Kata-kata romantis yang bertebaran di sepanjang novel pastinya sanggup didaur ulang jadi caption medsos. Meski temanya terasa pasaran, Winna jago sajiin tulisannya dengan cara khas, kok.

3. Touché

via goodreads.com
(Sumber: goodreads.com)

Misalnya buku terbitan 2011 ini belum pernah kamu baca karena covernya terkesan terlalu klise, kamu rugi selama 7 tahun belakangan. “Touché” bukan cuma cerita soal cinta, tapi soal penculikan dan kekuatan unik yang dimiliki karakternya untuk baca perasaan lewat sentuhan.

Cerita petualangan remaja selamatkan guru mereka yang diculik, kan, sebuah plot yang jarang banget di Indonesia. Kamu harus baca biar tau kejeniusan Windhy Puspitadewi.

4. 3600 Detik

via goodreads.com
(Sumber: goodreads.com)

Siapa bilang cerita teenlit cuma bisa ditulis dengan bahasa anak muda yang melibatkan kata “gue” dan “lo.” Novel karangan Charon ini romantis dan manis justru karena berbagai kisah baper di dalamnya ditulis dengan bahasa semi formal, menggunakan kata ganti “Aku” dan “Kau.”

5. Memories to Forget

via beautynesia.id
(Sumber: beautynesia.id)

Dimulai dengan formula kegalauan cewek milih pacar, cerita di “Memories to Forget” berkembang jadi sesuatu yang lain. Beberapa kejutan di dalam ceritanya bahkan gak ragu nampilin kekerasan yang bikin miris.

6. 24 Jam Bersama Gaspar

via goodreads.com
(Sumber: goodreads.com)

Kritikus boleh bilang “24 Jam Bersama Gaspar” sebagai novel kritik sosial, novel politis, atau novel ngasal. Terserah. Namun, ada cerita cinta baperin yang jadi inti kenekatan aksi perampokan Gaspar bersama komplotan uniknya.

Sabda Armandio, penulisnya, sukses bikin pembaca pusing dan bertanya-tanya dari awal hingga sepertiga akhir. Seolah belum cukup ngasih kejutan yang “mind blown” pada bagian itu, Armandio masih simpan kejutan lain di bagian akhir yang bikin perasaan penggemar karbitan Gaspar teriris-iris.

7. Semua Ikan di Langit

via goodreads.com
(Sumber: goodreads.com)

Satu-satunya novel pemenang Sayembara Dewan Kesenian Jakarta 2016 ini ditulis dengan gaya bahasa di atas rata-rata, kata dewan juri. Ceritain soal Bus DAMRI yang jatuh cinta pada Beliau, novelnya dipenuhi cerita cinta yang bikin senyum sendiri hingga cerita kengerian yang bikin dada sesak.

Ya. Karakter utama di novelnya adalah benda mati yang diberi nyawa sama ZiggyZezsyazeoviennazabrizkie (nama asli) dan dia jatuh cinta dengan Beliau, Sang Pencipta yang Maha Adil lagi Maha Penyayang. Keduanya berkelana ruang dan waktu mengelilingi galaksi bersama ikan julung-julung.

Kayaknya ceritanya absurd banget, ya? Tapi, tenang. Kamu harus baca supaya bisa merasuki kejeniusan Ziggy. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.