Minggu, 20 Mei 2018

Genmuda – Musim Liga Inggris (EPL) 2017/2018 berakhir 13 Mei 2018. Liverpool, Newcastle, dan Tottenham paling tunjukin kemahirannya pada laga 38 itu sementara Manchester City cukup berjaya di puncak klasemen.

Liverpool menang 4-0 melawan Brighton, Newcastle mempermalukan Chelsea 3-0, sementara Tottenham mengakhiri pertarungan sengit sama Leichester City dengan skor 5-4. Manchester City menang tipis 1-0 dari Southampton.

Di balik akhir dari pertandingan barusan, ada beberapa kesimpulan yang mungkin aja terlewat. Biar lo tetap update, nih perhatiin ya.

1. Manchester City itu jago, kok

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Terlepas dari cibiran banyak pihak bahwa prestasi City sekarang jauh terpuruk ketimbang City dua atau tiga tahun lalu, tim asuhan Pep Guardiola itu main baik, kok. Sejumlah rekor Liga Inggris mereka pecahkan.

Misalnya, City menjadi tim pertama yang meraih poin tiga digit (100) sepanjang sejarah EPL. Terus, tim EPL dengan kemenangan liga paling banyak (32 kali). Ada lagi. Yaitu, tim dengan kemenangan berturut paling panjang (18 kali).

2. Guardiola tetap jaya

(Sumber: Independent)

Prestasi lokal Manchester City gak lepas dari kejeniusan Pep Guardiola. Itu terbukti dari perolehan EA Sports Manager of the Month selama 4 bulan berturut-turut sepanjang satu musim pertandingan.

3. Liverpool panas di akhir

via: Getty Images
(Sumber: Getty Images)

Sejak pertengahan musim, Liverpool terus memepet Chelsea. Harapannya, Liverpool naik dari posisi lima ke posisi empat supaya ikutan UEFA Champions League (UCL) musim depan. Pada akhir musim, cita-cita itu tercapai. Liverpool finish dengan total 75 poin sementara Chelsea 70 poin.

4. Salah gak pernah salah

via egyptindependent.com
(Sumber: egyptindependent.com)

Di balik kesuksesan Liverpool mengamankan tiket ke UCL, ada kerja keras nan cerdas Mohamed Salah. Pemain mesir yang jadi sayap andalan Liverpool itu peroleh sejumlah penghargaan.

Berdasarkan statistik, Salah mencetak 31 gol dalam 38 pertandingan. Udah gitu, permainan doi konsisten keren. Itu sebabnya Salah peroleh Cadbury Golden Boots juga EA Sports Player of the Season.

5. Swansea turun kasta oleh tim yang turun kasta

via BBC
Pemain Swansea City tersungkur. (Sumber: BBC)

Kalah 1-2 dari Stoke City, Swansea turun kasta mengikuti tim yang mengalahkannya. Maklum Swansea mengakhiri musim di peringkat 18 sementara Stoke di bawahnya. Kekalahan itu bikin Southampton yang finish di posisi 17 bernapas lega.

Tim lain yang ikutan turun kasta adalah West Brom lantaran menyelesaikan musim di posisi bontot.

6. Arsenal: tim terakhir yang gak defisit gol

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Berdasarkan statistik, Arsenal yang berakhir di posisi 6 merupakan tim terakhir yang gak defisit gol. Semua tim 7 – 20 lebih banyak kejebolan daripada ngejebolin. Itu termasuk Leicester City, juara EPL 2015/2016.

7. Pertandingan ke 1.000 untuk 6 tim

via soccernation.com.ng
(Sumber: soccernation.com.ng)

Laga ke 38 di musim 2017/2018 juga menandakan laga ke 1.000 sepanjang sejarah Manchester United. Tim lain yang juga meraih perjalanan yang sama adalah Arsenal, Chelsea, Everton, Liverpool, dan Tottenham.

Keenam tim itu punya persamaan lain, yaitu sama-sama gak menang pada laga pertama mereka di musim 1992/1993. Kecuali Everton, tim-tim tersebut mengakhiri musim 2017/2018 dalam posisi 6 besar. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.