Rabu, 19 September 2018

Genmuda – Gerakan Women’s March Jakarta berencana turun massa dengan titik kumpul di depan Hotel Sari Pan Pacific, Thamrin, Jakarta, Sabtu pagi (3/3). Bawa jargon #LawanBersama, gerakan kesetaraan gender itu ingin sebar pesan keadilan dan saling menghargai ke masyarakat lebih luas.

Berdasarkan rencana awal, Women’s March 2018 digelar dari titik kumpul di parkiran Hotel Sari Pan Pacific Thamrin hingga Taman Aspirasi di depan Istana Negara.

Kegiatan serupa itu digelar tahun lalu. Salah satu tuntutannya adalah menyetop segala aksi cat-callingalias godain cewek sembari lewat begitu aja. Menurut mereka, itu termasuk pelecehan seksual, bukan sekadar aksi kurang ajar.

Kala itu, aksinya diikuti cewek dan cowok yang pakai dress code pink, ungu, dan putih. Kali ini, kesepakatannya berbeda. Dress code Women’s March 2018 adalah warna hijau atau ungu. Selain info penting itu, ini beberapa hal lain yang harus kamu perhatikan sebelum ikut turun massa.

1. Kumpul jam 7 pagi

via gfycat.com

Berdasarkan postingan di IG @womensmarchjkt, 28 Februari, kumpul dilaksanakan pukul 07.30 WIB. Tapi, jadwal itu dimajuin jadi pukul 07.00 WIB berdasarkan perubahan pada postingan tertanggal 1 Maret.

2. Boleh bawa anjing dan “anjing”

via gfycat.com

Misalnya anjing peliharaan kamu termasuk pegiat kesetaraan secara universal, ajak aja dia ikut. Boleh, kok. Misalnya kamu menganggap cowok kamu sebagai “anjing,” doi juga boleh ikut. *canda.

3. Bukan soal cewek doang

via gfycat.com

Adalah pemikiran sempit kalo mengira Women’s March di Indonesia hanyalah gerakan kesetaraan gender biasa. Lebih dari itu, gerakan tersebut berkembang jadi kesetaraan secara universal.

Aksi turun massa 3 Maret itu aja didukung sama berbagai lembaga sosial, macam Komnas Perempuan, Arus Pelangi, Jala PRT, Migrant CARE, Koalisi Perempuan Indonesia, Organisasi Perubahan Sosial Indonesia, LBH APIK, dan LBH Masyarakat.

Ini bukan lagi soal status cewek yang sering dianggap remeh cowok. Ini soal keadilan sosial bagi seluruh rakyat! #hazek.

4. Gak bawa spanduk juga gak masalah

via tenor.com

Berdasarkan keterangan di IG itu, peserta gak diwajibkan bawa spanduk atau poster berisi tuntutan. Panitia udah menyiapkannya. Tapi, kalo mau bawa, usahakan samakan temanya. Yaitu, berupa poster tulisan tangan pada karton warna kuning, hijau, putih, atau ungu.

5. Ketahui tuntutannya

via gfycat.com

Bukan sekadar gelar aksi massa, Women’s March 2018 juga menuntut 8 hal ini supaya lebih diperhatikan pemerintah:

  • Menghapus hukum dan kebijakan diskriminatif dan melanggengkan kekerasan berbasis gender
  • Mengesahkan hukum dan kebijakan perlindungan perempuan, anak, masyarakat adat, kelompok difabel, kelompok minoritas gender dan seksual dari diskriminasi/kekerasan
  • Menyediakan akses keadilan dan pemulihan korban kekerasan berbasis gender
  • Menghentikan intervensi negara dan masyarakat terhadap tubuh dan seksualitas warga
  • Menghapus stigma dan diskriminasi berbasis gender, seksualitas, dan status kesehatan
  • Menghapus praktik dan budaya kekerasan berbasis gender di lingkungan hukum, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan lingkungan hidup
  • Menyelesaikan akar kekerasan
  • Mengajak masyarakat berpartisipasi aktif menghapus praktik dan budaya kekerasan berbasis gender, basically di manapun

6. Bukan aksi kekerasan

via IG @womensmarchjkt
(Sumber: IG @womensmarchjkt)

Inget, ya. Aksi massa ini bukan aksi kekerasan tapi aksi berbudaya. Buktinya, panitia juga gelar penampilan musik dari Lala Karmela, Yacko, Melanie Subono, dan Sister in Danger. Ada juga pembawaan puisi dari Hannah Al Rashid, Saras Dewi, dan Lami.

Jadi, jangan asal toyor cowok yang bertambang senga. Pertama, kasihan dia. Kedua, kekerasan gak bakalan pernah selesai kalo dibalas dengan kekerasan. #hazek2

7. Jangan buang sampah sembarangan

(Sumber: Istimewa)

Plis! Nope. Dilarang. Kamu malah mencoreng nama baik Women’s March bila buang sampah sembarangan. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.