Rabu, 19 Februari 2020

Genmuda – Suatu hal yang diminati di satu negara belum tentu bakal ikut digandrungi di negara lain. Contohnya kayak perkembangan meme antara di Amerika Serikat dan Indonesia aja yang perkembangannya beda.

Saat meme di negara Donald Trump ngomongin soal keabsurdan, meme di negara Pak Jokowi makin giat ngomongin soal politik. Di Jepang, warung makan yang jual-belinya dengan robot terus bermunculan sementara di Indonesia, cafe tetap pertahankan keramahan pramusajinya.

Perbedaan itu pun juga tercermin dalam selera teknologi antara Indonesia dengan mancanegara. Misalnya, kayak di bawah ini, gengs:

1. Mesin parkir

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Beberapa ruas jalan di Jakarta dipasangi mesin parkir di sisi-sisi jalan. Harapannya, tiap pemarkir kendaraan bisa bayar retribusi sesuai ketentuan langsung ke mesin itu.

Tapi nih, karena jarak mesin parkir dengan area parkir kadang harus ditempuh dengan berjalan beberapa puluh meter di bawah terik matahari atau guyuran hujan Jakarta. Hasilnya, para pemarkir tetap ngasih uang bayaran ke juru parkir, tanpa harus input nomor kendaraan terus bayar pake uang eltronik.

2. Vending machine minuman

via generasihero.com
(Sumber: generasihero.com)

Coba tengok halte-halte bus Transjakarta, bandara, atau sejumlah kampus negeri bergengsi di Jakarta. Di situ berdiri vending machine yang terlihat sepi-sepi aja, gak kayak vending machine di tempat umum di kota di Jepang yang sampe ngantre.

Di Indonesia, mesinnya cuma menerima uang dan mengeluarkan pesanan tanpa bisa ngasih kembalian. Jadi, calon penggunanya harus siapin uang pas kalo gak mau uangnya dihakmilikkan mesin itu. RIBET!

3. Pemanas ruangan

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Saat kamu masuk mobil ber-AC, coba lihat panel kontrolnya. Biasanya, di situ ada tombol/kenop/layar sentuh pengatur suhu untuk mendinginkan dan memanaskan udara yang keluar dari lubang AC.

Namun demikian, fitur pemanas ruangannya minim banget dipakai karena dengan matiin AC pun cuaca dalam mobil langsung panas seketika. Ini, kan di Indonesia. Bukan di Kanada yang iklimnya jauh lebih dingin.

4. Lampu pintar

via techadvisor.co.uk
(Sumber: techadvisor.co.uk)

Lampu pintar punya banyak fungsi. Selain bisa dinyala-matikan dengan tepukan tangan, lampu hi-tech itu juga bisa disambungin ke aplikasi dan dikontrol dari ponsel.

Hanya aja, lampu pintar cuma populer di area apartemen dan gedung perkantoran kelas atas. Sebagian besar penduduk Indonesia masih setia sama lampu yang dinyala-matikan dengan memencet tombol di tembok tanpa harus ngatur ini-itu pada aplikasinya.

5. Mesin pemotong rumput (yang roda empat)

via harga-mesin.com
(Sumber: harga-mesin.com)

Mesin pemotong rumput model roda emat populer banget di Amerika Serikat. Namun, engga di Indonesia. Orang sini lebih suka mesin pemotong rumput yang harus dipegangi sekuat tenaga biar baling-baling pemotongnya gak mentok ke tanah.

Soalnya, mesin pemotong rumput beroda empat kan boros tempat penyimpanan sementara mesin pemotong batangan bisa diletakkan gitu aja di dekat tembok.

Intinya, sih, orang Indonesia males ribet. Justru sifat itulah yang pada akhirnya melahirkan inovasi paling digandrungi macam Go-Jek dan berbagai jasa pesan antar. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.