Senin, 11 Desember 2017
Gaya HidupTeknomotive

5 Peran Besar SMS Ini Gak Akan Tergantikan Walau Komunikasi Chat dan Media Sosial Makin Banyak

via Istimewa(Sumber: Istimewa)

Genmuda – Pada 2 Desember, 25 tahun lalu, Neil Papworth ngirim pesan bertuliskan “Merry Christmas” dari PC khususnya ke ponsel temen yang lagi pesta kelahiran SMS. Ucapan elektronik itu adalah SMS pertama di dunia.

Pesan yang terkirim via provider telepon Vodafone itu merupakan titik balik komunikasi tulis. Setelah pesan pertama terkirim, fasilitas itu jadi fitur wajib di semua ponsel. Gak perlu daftar (sign-in), masuk (log-in), apalagi download aplikasi, semua ponsel bisa pake SMS asal ada sinyal provider.

SMS kini seolah tersingkir oleh hadirnya berbagai aplikasi chat dan medsos. Data nunjukin, jumlah korespondensi SMS di dunia berkurang dari 8,16 triliun tahun 2013 jadi 7,89 triliun tahun 2017. Angka yang sampai triliunan itu menandakan SMS belum akan mati dalam waktu dekat.

Pendapat itu juga didukung sama fakta bahwa SMS masih punya fungsi besar di era kids zaman nowFungsinya sebagai alat komunikasi utama udah berkurang, namun fungsi-fungsi di bawah ini masih belum tergantikan.

1. Kirim pesan yang pasti sampai

via Istimewa
Ponsel jaman jebot yang populer banget di saat SMS masih booming. (Sumber: Istimewa)

Sejak 1999, SMS bisa dikirim lintas provider dan sejak itu juga popularitas komunikasi tulis maksimal 160 karakter tersebut melejit. Enggak mungkin deh ada anak muda era 2000an yang gak ngerasain pedekate pake SMS.

Dibanding chat yang mengandalkan sinyal internet, SMS pasti nyampe asalkan si penerima pesan punya sinyal minimal satu bar. Gak kayak telepon yang pasti putus-putus begitu sinyal berkurang dikit.

2. Kebutuhan two-factor authentication

via Istimewa
Jenis two factor authentication Google. (Sumber: Istimewa)

Sejumlah aplikasi chat dan media sosial canggih juga masih mengandalkan fitur SMS loh, gaes. Buat apa? Udah jelas buat two-factor authentication. Fasilitas log-in lebih aman itu tersedia di antaranya di Google, Twitter, Path, dan Facebook.

Setelah fitur itu aktif, log-in bisa dilakuin dengan dua kode. Pertama, kode password yang udah terdaftar. Kedua, kode khusus yang dikirim pihak aplikasi lewat SMS ke nomor pengguna akunnya.

3. Sebarin promo

©Genmuda.com/2017 TIM
Contoh pesan promo via SMS. ©Genmuda.com/2017 TIM

SMS juga masih dimanfaatin dalam promosi sejumlah perusahaan dan gerai. Kawan Muda pernah kan dapet pesan singkat berisi informasi diskon, informasi peluncuran produk tertentu, hingga info layanan masyarakat.

Bahkan perintah Kemenkominfo bagi semua pengguna ponsel untuk daftarin ulang nomornya dikirim lewat SMS, bukan lewat WhatsApp apalagi BBM. Buat kebutuhan itulah, fitur pesan singkat sangat berguna.

4. IT Management

via martinenclosures.com
Kabel-kabel server harus ditata rapi biar gak bikin pusing. (Sumber: martinenclosures.com)

Perusahaan teknologi informasi pun butuh fitur SMS, misalnya buat mengabari teknisi ketika terjadi kesalahan jaringan. Penyedia layanan internet, server, hingga cloud storage butuh jaringan yang nyala tiap saat, namun gak ada karyawan yang kerja 24 jam selama 365 hari.

Dengan modifikasi tertentu, teknisi bisa dapet kiriman SMS darurat secara otomatis apabila ada jaringan yang rusak. Dengan begitu, permasalahannya bisa diatasi tanpa bikin banyak pengguna jaringan ngomel-ngomel.

5. Kondisi darurat

via netralnews.com
(Sumber: netralnews.com)

SMS juga berperan besar bagi pekerja kondisi darurat, macam tenaga medis, pemadam kebakaran, atau polisi. Ketika seorang petugas gak menjawab panggilan telepon dan chat, maka SMS bisa jadi solusinya.

Begitu petugas itu buka ponsel, doi bisa langsung ngebaca panggilan darurat tersebut lalu bertugas menyusul kawan-kawannya. Dengan data nomor telepon, pemerintah pun bisa ngirim SMS ke semua penduduk saat ada kondisi darurat macam bencana alam.

Atas peran-peran itu, SMS gak bakalan mati sampai bertahun-tahun lagi. Justru sebaliknya, fungsinya terus dimodifikasi menyesuaikan kebutuhan keamanan dunia modern. Kamu inget gak kapan pertama kali kirim SMS? Cerita dong di bawah ini. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas

Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.