Selasa, 22 Oktober 2019

Genmuda – Sempat bersaing di urutan depan bersama Marc Marquez, Valentino Rossi justru harus gagal naik podium di Sachsenring, Jerman pada hari Minggu (17/7) malam WIB akibat kesalahannya sendiri. Selain itu kondisi cuaca yang berubah-ubah juga jadi satu satu faktor penentu bagi para pembalap.

Start di lintasan basah, Rossi sebenarnya tengah unggul di tiga lap awal dengan harapan mempertipis selisih poin dengan Marc Marquez. Doi pun terlibat duel sengit dengan dua pembalap Ducati, Dannilo Petruci dan Andrea Dovizioso.

Memasuki lap ke-10 Petruci terjatuh dari motornya dan merelakan Dovizioso mengambil posisi pertama, dibayang-bayangi oleh Rossi. Di lain pihak, pemimpin klasemen Marc Marquez, justru terlihat berhati-hati akibat posisi lintasan yang basah. Bahkan doi sempat masuk ke gravel pada lap ke-10, sebelum kembali melanjutkan balapan.

Memasuki lap ke-14 dan lintasan mulai sedikit kering dan posisi Rossi pun melorot di urutan ketiga usai disusul oleh Barbera. Tak lama berselang Marquez dan Tim Repsol Honda melihat keuntungan dari perubahan cuaca tersebut dengan langsung memutuskan buat mengganti ban di lap-17.

Sadar posisi Rossi terancam, Tim Movistar Yamaha meminta pria Italia tersebut melakukan hal serupa di lap ke-20. Sayangnya, entah karena gengsi dan salah perhitungan, Rossi malah memilih berduel dengan dua pembalap di depannya. Bahkan The Doctor baru masuk pit pada lap ke-23, sebelum akhirnya posisi tersebut disalip oleh Marquez yang udah lebih dulu menganti ban.

Saat kembali ke lintasan posisi Rossi justru makin melorot dari urutan kelima, hingga akhirnya finis di urutan kedelapan. Sedangkan Marquez mampu naik podium di posisi pertama, disusul oleh Crutchlow dan Dovizioso.

Hasil ini turut memperlebar selisih poin Marquez dengan Rossi menjadi 59 poin. Namun di balik itu, banyak pihak yang menyayangkan sikap Rossi di GP Jerman. Berikut pelajaran yang bisa kamu petik dari kegagalan legenda MotoGP tersebut.

1. Jangan terlalu percaya diri

(Sumber: Yamaha-motor.fr)

Walaupun udah kenyang pengalaman, namun keputusan Rossi menunda mengganti ban dirasa terlalu muluk-muluk. Mengingat doi bisa aja menyusul Dovizioso atau Barbera jika udah masuk pit dan menggati ban. Pada race kemarin malam The Doctor emang terlihat ambisius dan nafsu buat berada di posisi tiga besar.

2. Tidak percaya tim

(Sumber: Yamaha-motor.fr)

Sorotan tajam datang dari Tim Movistar Yamaha kepada Rossi yang ‘membelot’ menggati ban di lap ke-20. Rasa kecewa dan kesal dapat Kawan Muda lihat dari foto di atas. Namun usai balapan, Rossi justru mengaku kecewa atas keputusan tim yang menggunakan ban tipe intermediate di awal race.

“Yang jelas, saya memiliki feeling yang buruk dengan ban intermediate, tapi tidak ada yang tahu apakah saya akan tampil lebih cepat dengan ban slick. Bisa saja itu malah lebih buruk,” tutupnya. Hmm… jadi siapa yang salah nih?

3. Semua orang bisa salah perhitungan dan strategi

(Sumber: Radarindo.com)

Usai balapan Rossi mengaku jika engga ada yang salah dari keputusannya telat ganti ban. Pasalnya doi berpendapat jika Dovizioso (yang sama-sama mengganti ban di lap ke-23) bisa naik podium dan finis di urutan kedua. Meski doi berspekulasi demikian, namun Dovizioso bersama Ducati pasti punya perhitungan tersendiri mengapa mau menganti ban bersamaan dengan Rossi.

“Saya salah strategi. Tapi motor saya juga lambat di trek kering. Andaikan masuk pit lebih cepat, (saya) paling bagus berada di posisi enam,” ujar Rossi usai balapan.

4. Emosi dan nafsu jadi kelemahan lawan buat mengalahkan kamu

(Sumber: Motorsport.com)

Saat Rossi terlibat persaingan sengit di posisi depan, Marquez justru tidak mau terburu menyusul rivalnya tersebut. Doi terlihat beradaptasi dengan kondisi lintasan sembari mengambil kesempatan buat mengganti ban slick. Hasilnya Rossi yang ngotot banget berada di depan seperti buta akan kondisi motor dan lintasan sirkuit yang perlahan berubah.

5. Selalu ada yang namanya keberuntungan

(Sumber: MotoGP)

Baik Rossi maupun pembalap lainnya boleh aja punya strategi buat memenangkan balapan. Namun pada kasus balapan kemarin bisa jadi Marquez lah yang mendapatkan keberuntungan dari kondisi cuaca di Sachsenring, Jerman. Kira-kira cerita apa lagi yang bakalan terjadi di race berikutnya? Kita tungguin aja ya Kawan Muda.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.