Selasa, 23 April 2019

Genmuda – Enak diliat, jago di segala medan, dan ramah lingkungan tuh tiga rumus mobil keren yang menunjang tema “rise of the future mobility” di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS 2017). Keunggulan itu semua pastinya gak ngelupain kenyamanan penumpangnya.

Pada ajang pameran yang dimanfaatin sejumlah brand untuk nampilin mobil konsep atau luncurin mobil baru itu, Genmuda.com nemu beberapa mobil keren yang anak muda banget. Bener-bener #CarGoals gitu deh, gaes. Mobil-mobilnya bisa Kawan Muda liat di bawah ini. Awas. Jangan mupeng.

1. Nissan e-Power

©Genmuda.com/2017 TIM
Para petinggi Nissan lagi pamer mobil ramah lingkungan mereka. ©Genmuda.com/2017 TIM

Ini mobil yang nawarin konsep mesin unik pertama kalinya di Jepang dan Indonesia, bahkan mungkin di dunia. Mobil Nissan e-Power bergerak berkat mesin elektronik dengan bahan bakar baterai layaknya mobil listrik pada umumnya. Di samping mesin itu, ada pula mesin 1.200cc pengisi baterai yang dijalankan dengan bensin.

Kalau dirata-rata, mobil ini bisa melaju 30 hingga 34 kilometer hanya bermodal 1 liter bensin. Artinya, Nissan e-Power hampir dua kali lipat lebih irit daripada mobil LCGC yang kini dipasarin di Indonesia. Namun sayang, mobil kece ini baru rilis khusus di Jepang.

2. Datsun GO Live

©Genmuda.com/2017 TIM
Kalo diliat sekilas, bentuknya mirip banget ikan hiu. ©Genmuda.com/2017 TIM

Dengan Datsun GO Live yang diperkenalkan tahun ini, Datsun pengen bilang kalo murah ramah lingkungan engga mesti berdesain jelek. Mobil bercat kuning ngejreng yang dipasangi bemper depan-belakang racing, grille honey-comb, body kit, velg sport, dan spoiler ini dipasangi mesin 1.200 cc berbahan bakar bensin.

Performa mesinnya mirip dengan Datsun GO yang selama ini dikenal pasar di Indonesia. Mobil ini belum tersedia di pasar Indonesia. Biasanya, sih mobil-mobil konsep siap pakai yang rilis di GIIAS bakalan dijual ke publik tahun berikutnya. Semoga aja mobil kece ini pun demikian.

3. Suzuki Ignis

©Genmuda.com/2017 TIM
Diajak jalan di dalam kota saik, naik gunung pun ayok. ©Genmuda.com/2017 TIM

Gak cuma desain yang keren, mobil compact juga perlu lincah dibawa ke segala medan. Kelengkapan itu yang coba diperkenalkan Suzuki melalui seri Ignis mereka. Meski gak termasuk LCGC, melainkan mobil mini-SUV, konsumsi bahan bakarnya cukup irit dengan perbaningan 1 liter bensin untuk 20-21 kilometer.

Booth Suzuki juga mejeng modifikasi-modifikasi yang bisa dipasang ke Ignis sehingga mobil imut ini jadi kendaraan gunung yang tangguh. Sementara itu, versi standar mobil yang tersedia dalam transmisi manual dan otomatis ini dijual seharga 139 juta -170 juta rupiah dan udah bisa dibeli di GIIAS tahun ini.

4. Mazda MX-5

©Genmuda.com/2017 TIM
Ganteng banget nih mobil. Lampunya mirip mata kucing. ©Genmuda.com/2017 TIM

Pemain game Need for Speed pasti kenal mobil ini dengna nicknamenya, Mazda Miata. Inilah bentuk mobil sport itu sekarang. Mesinnya berteknologi SkyActiv dengan kapasitas mesin 2.000 cc 4 silinder. Mobilnya udah pasti narik dan ngegas, tapi belum bisa berpacu di jalanan Indonesia.

Kenapa? Karena belum rilis secara resmi meski udah dipamerin. Kalo ngeliat agenda Mazda, MX-5 termasuk salah satu dari mobil-mobil kece yang bakal dirilis dalam waktu dekat. Mobil lainnya tuh Mazda 6 Estate, Mazda CX-9, dan Mazda 3 baru.

5. Honda Civic Type R

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

Mobil yang bikin banyak pengunjung GIIAS 2017 jatuh cinta pada pandangan pertama ini merupakan mobil paling agresif yang ada pada lini Honda. Mesinnya teruji sebagai yang tercepat di sirkuit  Nurburgring Jerman. Gimana gak. Mesin 2.000 cc VTECnya bisa melaju nol hingga 100 km/h di bawah 5 detik doang.

Belum lagi desain mobilnya yang keliatan garang, aero dinamis banget, dan ada spoiler di pantatnya. Makanya, kesempurnaan itu dibanderol dengan harga 995 juta rupiah. Mungkin ada Kawan Muda yang udah bisa beli mobilnya? Kalo ada, bilang Genmuda.com lah biar bisa nebeng. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.