Selasa, 22 Oktober 2019

Genmuda – Perayaan Imlek atau Tahun Baru China tahun 2017 akan jatuh pada Sabtu (28/1). Ribuan orang keturunan etnis Tionghoa mungkin udah engga sabar menunggu pergantian ke tahun Ayam Api dengan segala macam peruntungannya. Dalam banyak kepercayaan, perayaan Imlek juga memiliki banyak tradisi dan mitos yang sangat dipercayai sampe sekarang.

Terlepas Kawan Muda percaya atau engga, mitos-mitos yang ada sampe sekarang itu sebenernya udah menjadi tradisi bagi umat Tionghoa. Bahkan kalo dilanggar bisa-bisa keberuntungan engga akan ngehampiri mereka sepanjang tahun baru nanti. Kalo kamu penasaran apa aja sih mitos-mitos yang sering banget dipercayai sampe sekarang? Baca dulu aja tulisan berikut supaya Tahun Ayam Api menjadi keberuntungan bagi Kawan Muda.

1. Hujan sebelum Imlek hingga hari ke-15

via detik.com
(Sumber: Istimewa)

Jauh sebelum perayaan Imlek di jaman sekarang, dahulu kala nenek moyang Tionghoa adalah seorang petani, dan mereka menyambut Imlek sebagai perayaan musim semi. Hujan dan air sendiri merupakan anugerah, engga heran kalo hujan itu ibarat paketan jelang Tahun Baru China. Meski di Indonesia perayaan tersebut selalu jatuh di musim hujan, namun banyak orang yang lebih mengaitkan kalo saat Imlek hingga Cap Gomeh hujan pasti bakalan turun.

Apa artinya: Kalo hujan membawa berkah, maka orang Tionghoa percaya kalo hujan di awal tahun akan membawa banyak rejeki bagi mereka selama setahun ke depan.

2. Lunas semua hutang menjelang Imlek

via savioo.com
(Sumber: Istimewa)

Sejarah udah ngebuktiin kalo etnis Tionghoa merupakan pekerja keras. Setahun bekerja mereka pun biasanya akan mendapatkan penghasilan, dan penghasilan itu pun wajib dibayar sebelum Imlek. Bahkan mereka yang berkecukupan juga engga boleh meminjamkan uang saat Imlek, karena itu pantang berat.

Apa artinya: Kalo punya hutang dan ngasih hutang, dipercayai sepanjang tahun akan terjebak sama yang namanya hutang. (Logikanya hutang itu emang harus dilunasin, masa setahun ngutang terus, yang ada sepanjang tahun melarat).

3. Jangan ada embel-embel kata atau angka empat

via: Pinterest
(Sumber: PInterest)

Kawan Muda pasti tau dong kalo angka empat itu sangat dihindari oleh orang Tionghoa, karena dianggap bisa membawa sial. (Coba aja pergi ke mall, pasti lantai 4 diganti 3A) Hal serupa juga pantang dikasih buat jumlah angpao, baik jumlah nominal, amplop, dan tulisannya di angpaonya.

Apa artinya: Secara kepercayaan angka empat mengandung makna negatif, yaitu kematian. Makanya hal itu jadi pantangan paling disakralkan.

4. Pake baju merah

via: Istimewa
(Sumber: Tribun)

Baik cowok atau cewek dianjurkan memakai pakaian berwarna merah saat Imlek. Sebaliknya warna-warninya pakaian yang menjadi pantangan saat Imlek adalah hitam dan putih. Hitam dipercayai sebagai tanda nasib buruk, sedangkan putih sebagai tanda kematian.

Apa artinya: Secara mitos, memakai pakaian warna merah saat Imlek mewakili perasaan optimis, berani, dan senang sepanjang tahun. Selain itu, merah akan melawan roh-roh jahat yang bakal masuk ke rumah.

5. Jangan bahas masa lalu

©Genmuda.com/2016 TIM
Bahas mantan contohnya (©Genmuda.com/2016 TIM)

Karena jadi perayaan tahun baru, pantang buat menceritakan masa lalu, entah kamu cerita mantan, atau punya hutang. Cerita tersebut dipercaya bisa menjadi kesialan selama satu tahun kedepan. Ditambah lagi dilarang menggunakan kata-kata kasar dan makian saat Imlek berlangsung.

Apa artinya: Mitos ini mengajak kamu untuk move on. Kalo misalkan masih kekeuh dilanggar, niscaya cerita di masa lalu itu kembali terulang di tahun depan.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.