Selasa, 16 Juli 2019

Genmuda – SEA Games 2017 kehilangan makna pentingnya gara-gara Malaysia. Pesta olahraga Asia Tenggara yang harusnya jadi simbol saling menghargai dan persahabatan itu malah memperuncing sensi Indonesia dengan Malaysia.

Baru pembukaannya aja udah nyebelin. Masa iya bendera Merah Putih digambar kebalik di booklet resmi SEA Games. Ini Indonesia bukannya Polandia, WADAW! Belum lagi sederet kecurangan lain, mulai dari wasit pilih kasih hingga atlet Indonesia yang gak kebagian makan.

Hashtag #ShameOnYouMalaysia dan #ShameOnMalaysia fix gak cukup buat luapin angkara murka (tingkatan lebih tinggi dari keki dan marah) warga Indonesia atas berbagai insiden t*ikucing itu. Kita harus bersatu supaya mereka tau rasa dengan cara-cara ini!

1. Rame-rame hack web Malaysia

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Situs www.kualalumpurmalaysia.com dihack gerombolan hacker yang namain diri KidsZonk Extreme Crew. Tampilan situs itu secara otomatis mengarah ke beahappymillionaire.com yang muterin lagu “Indonesia Pusaka” dan mampilin tulisan bertuliskan “Bendera Negaraku Bukanlah Mainan.”

Tapi, itu belum cukup. Dear, para hacker yang mengaku ganteng, pinter, keren, dan hobinya ngetes ketahanan situs-situs dalam negeri. Kalo kamu punya sedikit saja rasa nasionalisme, silakan pergunakan keahlian yang dibanggain itu untuk “mengetes” pertahanan situs pemerintah Malaysia. JANGAN JAGO KANDANG DOANG LO!

2. Stop pengiriman TKI

stop and think
(Sumber: weheartit.com)

Ya! Stop aja. Gak usah takut kehilangan pasar. Masih banyak kok negara lain yang butuh tenaga-tenaga ikhlas tak kenal lelah Tenaga Kerja Indonesia. Yakin, deh. Pasti ada. Lagian, para majikan TKI di Malaysia juga banyak yang kasar sama para pekerja asal Indonesia.

Kalo gak TKI, pasti banyak perusahaan besar, menengah, ukm, dan rumah tangga Malaysia yang kelimpungan. Nanti, pasti mereka bakal baik-baikin Indonesia biar ngirim TKI lagi.

3. Blokir warga Malaysia dari festival keren di Indonesia

©Genmuda.com/2017 TIM
Penampilan elegan Yuna di panggung. ©Genmuda.com/2017 TIM

Sumpah demi apapun! Waktu WTF 2017 lalu, Genmuda.com ketemu dua warga Malaysia yang lebih suka berkunjung ke festival musik Tanah Air daripada Negeri Jiran. Pada saat yang bersamaan, berlangsung festival musik Good Vibes di Malay.

Mereka mengakui kalo festival musik di sana gak ada apa-apanya daripada di negara asal. Dah! Blokir semua warga Malaysia dari festival musik Tanah Air biar mereka nikmatin aja sendiri tuh konser ala-ala di negaranya.

4. Atau lebih baik, EKSPOR FESTIVAL MUSIK KEREN INDONESIA KE MALAYSIA!

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

YEAH! Dear, para EO festival musik Indonesia. Ekspor kegiatan keren kalian ke Malaysia. Bikin festival baru yang gak kalah keren. Atau, apapun deh. Please. Rambahlah pasar Malaysia karena EO di sana pada gak becus bikin acara. Warga Malaysianya aja lebih suka dateng konser buatan Indonesia.

Kalo masih ragu, ketahuilah hal ini. Pendapatan per kapita Malaysia (11.028,2 dollar AS) berkali-kali lipat lebih besar dari Indonesia (3.974 dollar AS). Makin banyak pendapatan, berarti makin banyak uang jajan. Ujung-ujungnya, makin besar juga untung bikin festival di Negeri Jiran. Itung aja sendiri kalo gak percaya.

5. Terus, terus, rekrut panitia konser itu dari banyak negara kecuali Malaysia

©Genmuda.com/2016 TIM
“Anak gue yang masih bayi aja jadi panitia. Kasian deh lo Malaysia gak bisa jadi panitia. Ahahaha.” ©Genmuda.com/2016 TIM

(Masih lanjutan dari poin 3 dan 4) Biar acaranya bertajuk “South East Asian biggest music festival,” rekrut panitia dari semua negara ASEAN kecuali Malaysia. Jangan kasih sedikitpun mereka ilmu mengenai cara bikin konser keren. Perlakukan semua warga Malaysia sebagai konsumen aja. AAARGH!

Selain lima cara di atas, pastinya Indonesia juga harus nunjukin prestasi mentereng di SEA Games 2017. Kamu pasti punya ide lain yang gak kalah cemerlang, deh. Share dong pendapat kamu di bawah ini.

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.