Sabtu, 20 April 2019

Genmuda – Debat pertama Pemilihan Presiden 2019 akan digelar Kamis (17/1). Paslon nomor 1, Joko Widodo – Ma’ruf Amin dan paslon nomor 2, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno akan saling bertemu di atas panggung untuk saling beradu gagasan dan visi-misi mereka.

Nantinya Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal membagi debat perdana ini dalam enam segmen dengan tema debat yang berhubungan dengan hukum, HAM, anti-korupsi, dan terorisme. Gak cuma sampai di situ aja, debat kali ini adalah debat pertama dimana kedua paslon akan lebih dulu dikasih kisi-kisi pertanyaan. Ya, mirip UAS atau PR yang dikejarkan di rumah ya.

Terus sebagai Generasi Muda kira-kira seberapa pentingnya sih kamu ngikutin debat tersebut? Yaudah karena paslon Dildo gak ikutan debat resmi KPU, ini dia 5 alasan kenapa Kawan Muda harus menyimak debat Pilpres 2019. Biar apa? Biar mcqueen yaqueen dong sama pilihan kamu nanti!

1.  Biar gak kudet

via: Giphy

Di era digital kayak sekarang udah bukan zamannya lagi telat dapetin informasi. Buka media sosial apapun pasti ada aja yang bersinggungan sama Pilpres 2019. Daripada kamu cuma bisa menerima informasi mentah, –apalagi hoax, kenapa gak ikutin debat tersebut dari awal supaya kamu punya penilaian akan masing-masing paslon.

Kalo gak suka sama drama timses antara masing-masing kubu, ambil aja sisi positifnya dan buang yang negatifnya. Dari situ kamu juga jangan langsung gegabah ngeluarin argumen ‘konyol’ yang belum tentu benar. Inget ya, fanatik boleh tapi bego jangan!

2. Bisa jadi bahan penelitian

via Istimewa

Menonton debat Pilpres 2019 juga berguna buat para mahasiswa di jurusan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, Ilmu Komunikasi, atau Ilmu Budaya. Siapa tau ada diksi, istilah, atau mungkin isi visi-misi yang bisa jadi inspirasi bahan penelitian kamu.

Sebagai contoh kamu bisa aja bikin pengajuan judul skripsi, “Pengaruh Debat Pilpres 2019 pada Minat Anak Muda untuk Terjun ke Dunia Politik”. Kalo bahasa para Paslon terdengar ketinggian, cari aja referensi lain dari situs media cetak atau online setelah debat, pasti rujukannya ‘SEGABAN KOK’

3. Biar bisa ada obrolan sama calon mertua

via: Tumblr

Ini nih yang kayaknya harus dijadiin poin paling penting buat kamu. Namanya debat capres pasti bakal diikuti sama mayoritas warga negara Indonesia, termasuk orang tua pacar kamu. Dari pengalaman penulis, obrolan politik emang gak pernah ada matinya. Mulai dari teori yang asbun (baca: asal bunyi) sampai yang berlandaskan data.

Dengan menyimak debat Pilpres nanti, seenggaknya kamu punya sedikit pandangan politik berdasarkan visi-misi masing-masing paslon. Perlu digarisbawahi, usahakan untuk selalu terlihat netral saat ngobrolin politik sama camer kamu. Karena meski kebebasan memilih capres dilindungi undang-undang, tapi restu camer kan gak diatur dalam Undang-undang. *YAKALI.

4. Biar paham sama visi-misi masing-masing paslon

via giphy.com

Walau debat kali ini terasa kurang greget karena udah dibocorin pertanyaannya, tapi ini adalah kesempatan paling berharga untuk mendengar visi-misi calon presiden kita dalam 5 tahun ke depan. Lagian kalo pertanyaan debatnya udah dibocorin dan jawaban mereka nantinya kurang ngeyakinin kamu kan bakal punya opini yang bisa memantapkan pilihan kamu.

Pahami betul semua hal yang dipaparkan dalam debat supaya paham plus-minus visi-misi mereka. Selanjutnya, tinggal pilih pemimpin sesuai kata hati dan pertimbangan sendiri. Inget, jangan ikutin kata orang lain ya.

5. PDKT sama Capres dan Cawapres lebih dalam

via: Sindo News
(Sumber: Istimewa)

Dari yang udah-udah debat jadi bahan paling asik buat lembaga survei untuk menganalisa elektabilitas masing-masing paslon setelah debat selesai. Tapi untuk anak muda kayak kita apapun hasilnya nanti debat publik seperti ini bisa jadi ajang PDKT sekaligus mengenal lebih baik kepribadian mereka.

Soalnya sekarang masyarakat kita sering susah membedakan antara prilaku tulus dengan pencitraan. Mau bagaimana pun juga saat ditonton jutaan orang, visi-misi kedua paslon juga harus diyakinkan sama argumen dan pernyataan yang masuk akal. Sehingga kamu gak bakalan termakan sama janji-janji busuk manis politisi kita.

Intinya jangan lupa juga untuk menjunjung tinggi nilai dan semangat demokrasi. Beda pilihan boleh, tapi jangan sampai ada perpecahan di antara kita. Sekian. Gitu aja. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.