Rabu, 19 Februari 2020

Genmuda – Pertanyaan yang diajuin perekrut kepada calon karyawan waktu lagi wawancara kerja pada dasarnya merupakan pertanyaan menjebak loh. Meski kedengeran gampang, pertanyaan itu punya maksud lain. Salah jawab sedikit, salah pula penilaian kamu di mata pewawancara.

Pada intinya perekrut itu bukan cuma mau tau soal kepribadian orang yang lagi diwawancaranya. Tapi, juga mau tau mengenai kemampuan calon karyawan itu buat perusahaannya. Secara pewawancara selalu berasal dari orang yang paling paham kepentingan perusahaan.

Ngejawab pertanyaan dengan pede sih udah pasti perlu. Tapi bukan berarti Kawan Muda kepedean terus keliatan sombong. Engga berarti juga kamu harus rendah hati, tapi berisiko keliatan rendah diri. Rendah hati dan rendah diri tuh beda jauh loh. Terus apa yang harus dilakuin? Liat aja di bawah ini:

1. Bagaimana Anda mendeskripsikan diri Anda?

via pinterest
(Sumber: pinterest)

Pertanyaan ini engga perlu dijawab panjang-lebar. Si pewawancara sama sekali engga butuh jalan hidup kamu menghadapi dosen killer, atau cara putus-nyambung dari pacar. Inget, ini wawancara profesional bukan sesi curhat. Sebaiknya kamu simpulin aja deskripsi panjang lebar itu dan jelasin dalam beberapa kalimat lugas. Minta aja waktu beberapa detik buat mikir jawabannya. Sah-sah aja kok.

2. Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan ini?

Mengetahui sejauh apa minat pelamar merupakan tujuan utama pertanyaan ini. Orang yang berminat kan pastinya udah nyari tau seluk-beluk perusahaan. Sama aja kayak lagi berminat deketin cewek, pastinya nyari tau hal-hal detik soal kehidupannya. Begitu kamu nyeritain hal yang diketahui soal perusahaan, baiknya jangan omongin hal negatif soal perusahaannya. Fokus aja di hal positif yang bikin kamu berminat kerja di situ.

3. Kenapa ingin bekerja di perusahaan ini?

‘Gaji tinggi’ sama sekali bukan jadi jawaban yang diinginkan pewawancara. Hampir setiap orang kayaknya pengen kerjaannya digaji tinggi. Tapi ‘hal’ apa yang mendorong kamu pengen masuk perusahaan itu, selain uang. Waktu lagi ngejelasin alesannya, hindari juga curhat colongan soal masalah kamu di tempat kerja yang lama. Jangan sesekali ngomongin kesalahan pihak lain karena orang yang comel susah diterima di mana-mana.

4. Hal apa yang paling membanggakan dalam perjalanan karir Anda?

Pertanyaan ini jangan dijawab dengan sombong. Jangan juga menutupi kinerja kamu di pekerjaan. Ceritain aja keterlibatan kamu di salah satu project, freelance, atau tugas. Kalo bisa, ceritainnya pengalaman kamu yang ada hubungannya sama jabatan yang lagi dilamar sekarang.

5. Apa gambaran yang Anda ketahui soal pekerjaan ini?

via tumblr.com

Maksudnya sih, “Lo tau ga sih di sini bakal ngapain?” Pastinya kamu udah tau dong jawabannya. Engga mungkin dong kamu ngelamar pekerjaan yang sama sekali engga diketahui. Kalo kamu ngelamar jadi content writer, ya kamu bakalan menulis isi situs. Kalo jadi reporter, ya nyari berita. Simpel kan.

6. Seberapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk memberikan kontribusi berarti bagi perusahaan?

Orang yang semangatnya lagi ’45 banget bisa ngejawab kalo doi bakalan ngelakuin itu secepat-cepatnya. Saking ambius jadi engga keliatan smart. Tujuan utama pertanyaan ini adalah mencari tau seberapa cepat kamu bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Engga ada salahnya kamu ngasih jawaban normatif kayak, “Sambil beradaptasi dengan lingkungan kantor sekaligus mengatasi tantangan pekerjaan ini, saya optimis akan memberi kontribusi dalam beberapa bulan ke depan.” Kalo ditanya angka pastinya, jawab aja 3 hingga 6 bulan.

7. Berapa lama Anda akan bekerja di perusahaan ini?

Jangan kasih angka pasti buat pertanyaan itu. Pewawancara pengen tau seberapa besar minat kamu kerja di situ. Bilang aja kamu tertarik berkarir bersama perusahaan, tambah pengalaman, dan jadi lebih baik sambil ngerjain tugas-tugas yang diberikan.

8. Apa bedanya posisi ini dibanding posisi lain yang Anda lamar?

via easyroommate.com

Sekali lagi, jangan pernah ngomong hal negatif kepada pewawancara. Terutama yang menyangkut perusahaan yang lagi dilamar. Pewawancara (pasti) udah tau kamu udah berusaha ngelamar di tempat lain. Terus, gimana cara bandinginnya? Cara paling aman misalnya kayak gini. “Desainer PT XYZ punya karya yang kuat identitasnya, sementara karya PT CAB bagus dalam segi komposisi.” Ibaratnya kamu kasih penilaian positif dan berimbang di kedua posisi.

9. Setelah melihat CV/Resume/Lamaran, sepertinya Anda terlalu berpengalaman di posisi ini.

Kalimat itu sama sekali bukan kalimat penolakan atau kalimat penawaran gaji lebih tinggi. Jadi, jangan putus asa dulu dan jangan besar kepala minta gaji berkali-kali lipat. Kalimat itu dilontarin buat mengecek reaksi kamu terhadap pujian. Stay calm. Cukup bilang terima kasih karena udah dibilangin terlalu berpengalaman. Berhubung kamu pengen kerja di situ tetaplah rendah hati dan bersikeras kalo kamu bersedia adaptasi di perusahaan itu. Karena adaptasi sangat dibutuhkan selain pengalaman yang tinggi.

10. Kenapa meninggalkan pekerjaan sebelumnya?

Via: Tumblr

Biasanya pertanyaan itu muncul ketika yang diwawancara udah punya pengalaman. Jawaban paling tepat adalah dengan TIDAK menjelek-jelekkan perusahaan lama, nyebut hal negatif, nyeritain konflik yang terjadi di internal kantor, atau malah jelek-jelekin bos lama. Bilang aja kamu pengen berkembang lebih pesat lagi di perusahaan yang dilamar sekarang. Jadi, kamu bisa keliatan sebagai calon karyawan yang punya etos kerja dan mengejar hal yang lebih baik lagi.

Gimana? Kawan Muda udah dapet inspirasi dong buat ngejawab wawancara kerja selanjutnya? 10 pertanyaan di atas emang sering ngebingungin pencari kerja. Tapi Genmuda.com cuma punya satu saran terakhir, intinya kamu cuma perlu rendah hati, optimis, dan fokus waktu di wawancara. Selamat mencoba! (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.