Sabtu, 19 Januari 2019

Genmuda – Penilaian sebuah makanan itu enak atau enggak, emang tergantung sama selera dan lidah tiap-tiap orang. Tapi apa jadinya kalo makanan khas suatu negara yang dikenal lezat tapi terasa aneh buat lidah orang lain?

Jika sejumlah masyarakat Indonesia suka makan durian, maka bagi orang asing aroma durian bisa aja membuat mereka mual dan ingin muntah. Gak ada yang salah sih, kan mereka belum terbiasa mencicipinya. Yakan!

Dan dari sekian banyak makanan dari penjuru dunia, inilah 10 makanan anti-mainstream yang bikin kamu mual. Etapi biarpun tampilan dan rasanya aneh, semua nama makanan ini justru lebih ngetop daripada nama kamu. *canda.

Nih, Genmuda.com kasih tau ke kamu. Siapa tau bisa jadi masuk list itenary jalan-jalan kamu suatu hari nanti.

1. Smalahove, Norwegia

via: Pinterest
(Sumber: Istimewa)

Makanan ini berasal dari tradisi masyarakat Norwegia Barat yang menjadikan kepala domba sebagai hidangan mereka. Kulit dan bulu pada kepala domba dibakar, otaknya diangkat, kemudian kepalanya bisa diolah dengan cara diasinkan, diasap, atau dikeringkan.

Setelahnya kepala domba direbus sekitar 3 jam, dan dapat disajikan bersama mash potato. Ada juga yang membiarkan otak domba dimasak di dalam tengkorak dan kemudian dimakan langsung dengan sendok.

Awalnya Smalohove dianggap makanan orang miskin, dan hanya disantap pada malam Natal. Sekarang makanan tersebut jadi menu khas Norwegia dan dianggap sebagai kuliner paling enak.

2. Basashi, Jepang

via: Japan For Me
(Sumber: Japan For Me)

Kawan Muda pasti familiar dengan Sashimi kan? Nah, cara makan Basashi juga mirip-mirip dengan Sashimi, yaitu daging mentah yang dimakan langsung dengan kecap, jahe, dan bawang. Bedanya daging Basashi berasal dari daging kuda.

Irisan tipis daging kuda itu disajikan mentah atau kadang dibungkus dengan daun shiso. Selain mahal, penikmat Basashi juga sangat banyak, —gak cuma di Jepang. Wajar kalo masyarakat di sana juga menyajikan daging kuda dalam bentuk kalengan dan diimport hingga ke Kanada, Meksiko, Italia, Argentina, hingga Brasil.

3. Chapulines, Meksiko

via: Ediblehouston
(Sumber: Ediblehouston)

Dibalik namanya yang nyentrik, Chapulines adalah menu berbagan dasar belalang. Iya, BELALANG! Di Meksiko serangga ini ditanggap dan diolah sebagai cemilan mereka.

Saking populernya, Chapulines sering dijadiin cemilan wajib dalam acara-acara olahraga lokal. Ya, kalo di Indonesia mungkin mirip-mirip sama kacang rebus.

Daerah Oaxaca, Meksiko, dikenal sebagai penghasil utama Chapulines sejak pertengahan abad 16. Saking legendaris, belalang dari daerah Oaxaca terbukti sebagai jenis belalang paling aman untuk dikonsumsi.

4. Cuy Asado, Ekuador

via: El Comercio
(Sumber: El Comercio)

Ini lebih aneh lagi gengs, bahan dasar dari Cuy Asado adalah daging Tikus belanda atau yang biasa disebut guinea pig. Beda sama tikus got, hewan lucu ini emang sengaja diternak dan punya ukuran lebih besar dari tikus biasa.

Ekuador menjadi salah satu negara yang mengonsumsi daging tikus belanda. Daging tikus belanda itu sengaja dibakar atau digoreng, kemudian disajikan dengan lalapan seperti tomat dan selada.

5. Balut, Filipina

via: Pinterest
(Sumber: Istimewa)

Makanan anti-mainstream ini dikonsumsi di sejumlah negara di Asia Tenggara, seperti Filipina, Kamboja, dan Vietnam. Secara umum balut adalah telur ayam yang hampir menjadi embrio sempurna yang dikonsumsi dengan cara dirembus atau dimakan langsung. IYUH~~~

Demi menghilangkan bau amis dan rasa mual, balut biasanya disajikan dengan bir. Masyarakat sekitar mempercayai dengan mengonsumsi balut bisa memberikan tambahan vitalitas mereka karena kaya protein tinggi.

6. Arroz de cabidela, Portugal

via: Nutriciencia.tv
(Sumber: Nutriciencia.tv)

Dari bumbu dasarnya makanan satu ini sebenernya gak ada yang aneh, karena berasal dari daging ayam atau kelinci. Namun pengolahannya aja yang mungkin bikin kamu mual, gengs.

Jadi daging mentah tersebut dimasak langsung dengan darah hewannya. Kemudian masyarakat lokal menyajikannya dengan nasi panas dengan sedikit tambahan air dan cuka.

7. Surströmming, Swedia

via: Wikipedia
(Sumber: Wikipedia)

Makanan utama orang Swedia adalah ikan. Tapi hanya sedikit dari mereka yang doyan mengonsumsi Surstomming yang berasal dari ikan herring Baltik.

Jadi ikan herring sengaja difermentasikan sekitar 6 bulan sehingga baunya bisa bikin orang awam mual, hingga muntah.  Surströmming difermentasikan oleh enzim asam laktik yang ada di tulang belakang ikan itu sendiri, dibantu bakteri. Hidrogen sulfida juga dihasilkan dalam proses ini, menambahkan bau yang dihasilkan.

8. Telur Bitan, China

via: Travel Gluttons
(Sumber: Travel Gluttons)

Makanan khas Tionghoa ini dibuat dari telur ayam yang diawetkan dalam campuran lempung, abu, garam, kapur, dan sekam padi selama beberapa minggu, hingga berbulan-bulan, tergantung metodenya.

Dari situ kuning telur akan berubah warna menjadi hijau gelap dan menjadi seperti krim dengan bau belerang. Sedangkan putih telur akan menjadi kecokelatan. Biarpun asalnya dari China, di Indonesia kamu tetep bisa makan telur ini dengan olahan sayur tumis dan salad.

9. Salmiakki, Finlandia

via: Img.yle
(Sumber: Istimewa)

Salmiakki adalah permen yang ditambah amonium klorida sehingga menghasilkan rasa asin pedas. Buat orang awam, permen ini bisa bikin lidah mereka panas karena kandunga amonium klorida.

Warna permennya berwarna hitam dengan tekstur kenyal. Selain dikonsumsi langsung, permen ini sering dijadikan campuran perasa dalam makanan lain seperti es krim dan minuman beralkohol.

10. Kercha, Algeria

via: Canal Blog
(Sumber: Istimewa)

Kalo lebaran orang Algeria agak beda lagi nih, gengs. Saat orang Indonesia sering menyajikan ketupat atau opor ayam, maka menu wajib mereka adalah Kercha, alias perut kambing yang diisi daging.

Disajikan setelah Idul Fitri, isi perut kambing direbus kemudian diisi oleh potongan daging, kemudian dicampur dengan bumbu kari kemudian diaduk hingga bumbunya mengental. Biarpun aneh, bagi masyarakat Alegeria kenikmatan makanan ini sunggu hakiki, loh!

 

Sumber: Buzzfeed

Comments

comments