Minggu, 22 September 2019

Genmuda – Festival Film Indonesia (FFI) kembali digelar tahun ini dengan seengganya 21 nominasi buat direbutin film-film bioskop dan non-bioskop Indonesia, Minggu malam (6/11). Panitia berharap malam anugerah FFI itu bisa mendorong kemajuan film Tanah Air.

Lukman Sardi selaku ketua panitia FFI juga berharap acara itu bisa mendorong proses restorasi, pengarsipan, dan penyimpanan film-film Indonesia. Kalo engga digituin kan sayang banget filmnya lama-lama bisa terlupakan jaman.

Acara malam itu juga nampilin penampilan langsung tiga ikon film ‘Ini Kisah Tiga Dara,’ Shanty Paredes, Tara Basro, dan Tatyana Akman. Engga kalah sama tarian dan nyanyian trio itu, Bunga Citra Lestari pun tampil menghibur.

Anugerahnya sendiri diperoleh sama 10 film Indonesia yang emang bener-bener kece. Di bawah ini, kamu bisa liat film-filmnya. Semoga favorit kamu menangin paling engga satu nominasi.

1. Athirah

via Miles Production
Ki-ka: Adegan Ucu (Christoffer Nelwan) dan Athirah (Cut Mini Theo) di film Athirah. (Sumber: Miles Production)

Film Miles Production ini menangin 6 nominasi di antaranya penata artistik terbaik, penata busana terbaik, sutradara terbaik, skenario adaptasi terbaik, pemeran utama wanita terbaik, dan film terbaik.

Film ini diangkat dari novel Athirah yang mengisahkan perjalanan ibunda Jusuf Kalla pertahankan keutuhan keluarga meski hadir orang ketiga di antara dia dan suaminya. Film ini juga punya elemen sejarah yang pas banget.

2. Headshot

via dreadcentral.com
(Sumber: dreadcentral.com)

Iko Uwais kembali beraksi dalam film ‘Headshot.’ Film yang ditunggu-tunggu di Midnight Madness Toronto International Film Festival (TIFF) 2016. Film ini pun dapat kritik positif sebagai film yang ‘action banget’ dari Variety.com, September lalu.

Pada FFI 2016, film garapan Kimo Stamboel dan Timo Tjahjanto ini menangin nominasi penata efek visual terbaik dan penata suara terbaik. Menurut situs IMDb, film ini rencananya rilis ke publik pada 25 Desember nanti.

3. My Stupid Boss

via bookmyshow.com
(Sumber: bookmyshow.com)

Film komedi yang diangkat dari buku ini hadirkan duet Bunga Citra Lestari dan Reza Rahadian. Engga dengan chemistry romantis, dua artis itu tunjukin hubungan boss – karyawan yang kocak abis. ‘My Stupid Boss’ raih penghargaan penyunting gambar terbaik, pemeran utama pria terbaik, dan pemeran pendukung pria terbaik.

4. Ada Apa dengan Cinta? 2

via trivia.id
Cinta-Rangga di AADC 2. (Sumber: trivia.id)

Engga seperti ‘Ada Apa dengan Cinta?’ (AADC) pertama, bukan syair puisi yang terlihat jadi sorotan di AADC 2. Nostalgia yang bikin film ini terasa ngena banget di hati publik setelah bertahun-tahun nunggu lanjutan kisah Cinta-Rangga.

Lagu ‘Ratusan Purnama’ Melly Goeslaw dan Anto Hoed terbukti bisa wakili mood itu, karena menangin nominasi lagu tema terbaik dan penata musik terbaik. Kira-kira bakalan ada ‘AADC 3’ engga ya?

5. Salawaku

via YouTube.com
Potongan poster film ‘Salawaku.’ (Sumber: YouTube.com)

Film ini nyeritain perjalanan Salawaku dan Saras keliling kawasan Maluku. Di tengah perjalanan, hubungan kedua tokoh itu merenggang hingga akhirnya mereka terancam berpisah jalan.

Karena keindahan pengambilan gambar Maluku, film ini menang nominasi pengarah sinematografi terbaik. Selain itu, nominasi pemeran anak terbaik dan pemeran pendukung wanita terbaik juga disabet film ini.

6. Aisyah Biarkan Kami Bersaudara

via smeaker.com
Cuplikan ‘Aisyah Biarkan Kami Bersaudara.’ (Sumber: smeaker.com)

Dengan kombinasi Laudya Cynthia Bella, Ge Pamungkas, Arie Kriting, dan Lydia Kandou, film ini ceritakan hidup Aisyah sebagai guru di Atambua. Meski menceritakan soal perbedaan agama dan budaya, film ini sama sekali engga terasa SARA. Akhirnya, nominasi penulis skenario asli terbaik pun disabet film ini.

7. Prenjak

wregas prenjak in the year of monkey - genmuda (9)
Wregas Bhanuteja dan partnernya Ersya Ruswandono bersedia ngasih foto eksklusif buat Genmuda loh. Serasi banget ya mereka bedua (loh jadi gosip). (Sumber: Genmuda.com/2016 Charisma)

Himpitan ekonomi dan peran perempuan jadi salah satu tema yang dibahas di film ini. Film karya Wregas Bhanuteja ini sebelumnya berhasil curi perhatian juri dan menangin Festival Film Cannes. Di FFI 2016, ‘Prenjak’ dinobatkan sebagai film pendek terbaik.

8. Surat untuk Jakarta

via kompas.com
Andre Sugianto, sutradara ‘Surat untuk Jakarta.’ (Sumber: kompas.com)

Awalnya film animasi ini dibuat sebagai anugerah persembahan ulang tahun Jakarta ke-489. Sebelumnya, film garapan Andre Sugianto itu juga menangin Best Picture Hellofest 2016 loh, gaes. Di FFI 2016, film ini raih piala citra film animasi terbaik.

9. Gesang Sang Maestro Keroncong

via antaranews.com
Pemutaran film ‘Gesang sang Maestro Keroncong’ di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta. (Sumber: antaranews.com)

Dokumenter ini ceritakan perjalanan, pemikiran, dan proses kreatif Gesang sebagai maestro keroncong Indonesia. Dibuatnya oleh Marselli Sumarno bersama dukungan Galeri Indonesia Kaya. Film ini direkam sejak tahun 2004, ketika Gesang berusia 86 tahun. Meski begitu, beliau masih mampu bercerita dengan baik dalam film dokumentar panjang terbaik ini.

10. Mama Amampare

via eagleinstitute.id
Proses syuting dokumenter Mama Amamapare. (Sumber: eagleinstitute.id)

‘Mama Amamapare’ perlihatkan realitas medis di Mimika, Papua. Warga sana lebih percaya dukun bayi daripada tenaga medis. Soalnya, fasilitas kesehatan ‘modern’ di sana sangat minim. Mama Yakoba yang jadi sorotan film dokumenter pendek terbaik ini merupakan salah seorang dukun bayi di Kampung Amamapare di Mimika, Papua. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.