Jum'at, 17 Agustus 2018

Genmuda – Dua pilot episode Viu Original Series Indonesia tayang, Rabu (22/11). Hingga Desember, ada total 13 episode webseries “The Publicist” itu yang rilis tiap Rabu dan Kamis.

Peluncurannya berlangsung di CGV Blitz Grand Indonesia pada hari penayangan perdana dan dihadiri Head of Marketing & Ad Sales Viu Indonesia Myra Suraryo, Sutradara Monty Tiwa, dan jajaran pemeran. Obrolan mereka di acara bisa kamu liat di bawah ini.

1. Tayang di Malaysia juga

©Genmuda.com/2017 TIM
Ki-ka: Monty Tiwa dan Myra Soerarso. ©Genmuda.com/2017 TIM

Selain buat pengguna Viu Indonesia, “The Publicist” juga tayang di Malaysia secara bersamaan. “Setelah semua episode season pertama ini selesai, ada kemungkinan akan tayang di 17 negera yang memiliki Viu, seperti India, Hong Kong, Filipina, dan Thailand,” kata Myra Suraryo kepada Genmuda.com.

2. Gantian tayang di luar negeri

Pembatasan tayang di awal itu terjadi karena webseries “The Publicist” masih mengantre dengan original series lain yang tayang di masing-masing negara. “Ketika ‘The Publicist’ tayang di negara lain, ada kemungkinan web series negara itu juga tayang di Indonesia,” terang Myra.

3. Dimainkan artis berpengalaman

©Genmuda.com/2017 TIM
Ki-ka: Reza Nangin, Baim Wong, Adipati Dolken, Prisia Nasution. ©Genmuda.com/2017 TIM

Artis-artis yang main di “The Publicist” termasuk artis muda yang telah banyak makan asam-garam. Misalnya, Adipati Dolken (Reynaldi), Baim Wong (Robert), Prisia Nasution (Julia Tanjung), Poppy Sovia (Erika), dan Reza Nangin (Javier).

4. Nama (yang sebenernya) engga kebarat-baratan

Waktu ditanya tentang nama karakter “The Publicist” yang agak kebarat-baratan, Sutradara Monty Tiwa menyangkalnya. “Saya pikir, nama karakter di drama ini sudah cukup Indonesia,” kata Monty.

Menurut dia, sebagian besar nama warga Indonesia zaman sekarang telah terpengaruh banyak kebudayaan asing, misalnya dari Portugis, Spanyol, dan Belanda. “Nama berkembang dengan sendirnya sesuai sejarah,” kata Monty.

5. Syuting di Jepang

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

Sebagian besar adegan “The Publicist” disyuting di Indonesia dan sebagian lagi di Jepang. Menurut bocoran Reza Nangin, ada 11 episode lokasinya di Indonesia dan 2 episode di Jepang. “Giliran episode di luar negeri, gue gak ada,” tutur Reza becanda.

6. Serial rasa film layar lebar (musiknya juga niat)

Prisia Nasution bilang, proses produksi webseries ini berlangsung layaknya bikin film layar lebar. Monty Tiwa mengamini pernyataan itu. Menurut mereka, kru mempersiapkan diri dan memproses filmnya dengan sangat profesional. Syuting pun terlaksana engga dengan sistem kejar tayang.

Scoring musik webseries ini bahkan digarap sama Andi Riyanto, salah satu komposer kece Indonesia. Sementara itu, musik intro season pertama dibawain sama Marcel dengan judul “Changing Lane.”

7. Dua bulan hunting lokasi

©Genmuda.com/2017 TIM
Marcell lantunkan lagu “Changing Lane.” ©Genmuda.com/2017 TIM

Pemilihan lokasi syuting pun engga main-main. Untuk nemuin tempat yang cocok sama mood dan kebutuhan pengambilan gambar, tim produksi butuh waktu dua bulan. Tim produksinya pun dibagi dua yang bekerja dalam waktu bersamaan. Satu di Indonesia dan satu di Jepang.

8. Tapi gak ada pendalaman karakter

Meski prosesnya gak kayak sinetron, para pemeran gak punya waktu untuk masa reading alias pembacaan naskah sekaligus pendalaman karakter. Ketika naskah “The Publicist” dibagiin, tiap pemain dituntut langsung akting.

“Seru juga. Tapi, yah, ada ngambek-ngambeknya sedikit deh di lokasi. Biasalah. Dinamika syuting,” kata Adipati Dolken di lokasi. Melanjutkan penjelasan itu, Prisia bilang, “Setelah beberapa kali ambil gambar, chemistry di antara kami terbangun dengan sendirinya.”

9. Gak nyontek Drama Korea

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

Meski format produksi dan rasa webseriesnya seperti drama Korea, para artis ngembangin karakter tanpa comot-comot karakter drama lain. Adipati malah bilang doi gak pernah nonton drama Korea (tapi pernah nonton film Korea).

Senada dengan Adipati, Prisia bilang karakter doi dikembangin atas pemikirannya sendiri. “Mau untuk kebutuhan serial atau film, berakting ya berakting,” tutur Prisia nasution.

10. Makna filmnya

Terlepas dari banyak dialog “berani” dan plot cerita yang terbilang “gelap,” webseries “The Publicis” bercerita mengenai kesempatan kedua. “Tiap orang pasti berbuat salah. Tapi, tidak semua orang mau meraih kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahannya,” tutur sang sutradara. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.