Minggu, 22 Oktober 2017
HiburanFilm

10 Cerita Seru dan Kocak Iko Uwais Berantem sama Alien saat Produksi Film ‘Beyond Skyline’

©Genmuda.com/2017 TIMIko Uwais (kiri) nyeritain pengalamannya garap "Beyond Skyline" di hadapan wartawan di Jakarta, Kamis (5/10). ©Genmuda.com/2017 TIM

Genmuda – Iko Uwais kembali naiki tangga perfilman internasional. Suami Audy Item itu dipercaya jadi salah satu pemeran utama sekaligus pengarah koreografi laga film “Beyond Skyline.” Frank Grillo pemeran Crossbones, musuh Captain America akan beradu peran dengannya.

Cerita di film tersebut terjadi bersamaan dengan momen penjajahan bangsa alien ke bumi pada prekuel “Skyline” (2010). Jadi, gak bisa dibilang film ini merupakan sebuah remake film terdahulu yang diperanin Eric Balfour.

Pengalaman Iko ngegarap film yang rencananya rilis 1 November itu disampaikan ke para blogger, wartawan, dan kritikus di Jakarta, Kamis (5/10) sore. Inti-inti ceritanya bisa kamu liat di bawah ini ya, gaes.

1. Kali pertama sebagai koreografer utama

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

Iko Uwais pertama kali kerja bareng sutradara luar negeri dalam film “Merantau” (2009) yang memperkenalkan silat kepada dunia. Namanya naik berkat “The Raid” yang juga digarap sutradara “Merantau,” Gareth Evans.

Setelahnya, Iko nampil sebagai cameo di “Man of Taichi” (2013) dan “The Force Awakens” (2015). Namun, Iko bukan koreografer utama film-film tersebut. Kesempatannya baru muncul di film “Beyond Skyline.”

2. Disamperin langsung

Gerakan laga Iko di film “The Raid” disukai para tim produksi “Beyond Skyline,” terutama Liam O’Donnell selaku sutradara. Mereka datang dan mengajukan kerjasama langsung ke Iko dan tim yang tergabung dalam Merantau Films, sekitar 2013.

3. Digarap kurang dari sebulan

Keseluruhan kosep koreografi laga rampung dalam waktu seminggu. Selama dua minggu berikutnya, anak-anak Merantau Films ngelatih semua cast termasuk Frank Grillo yang fasih banget bertinju.

4. Grillo belajar banyak tentang silat

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

“Pertama kali bertemu, Frank menanyakan tentang dasar bela diri saya. Setelah saya beritahu dan sedikit saya tunjukkan beberapa gerakan, Dia tertarik belajar banyak tentang pencak silat dan banyak bertanya,” cerita Iko.

Cowok yang belajar pencak silat sejak usia 10 tahun itu pun menjawab pertanyaan Frank dengan praktik. “Pertanyaan Frank tentang cara melepaskan diri saat dibekap atau diserang dengan lutut gak bisa dijelaskan, kecuali dengan gerakan langsung,” kata Iko.

5. Grillo bonyok-bonyok

Selain Silat, Frank Grillo juga belajar banyak mengenai action movie coreography seperti yang dipahami Iko. “Frank gak pernah menghentikan pukulannya saat berakting. Seolah-olah, dia mukul beneran,” kata Iko.

“Karena itu, justru tangannya yang ‘bonyok-bonyok’ lantaran menghantam tangkisan saya,” lanjut Iko. Walau diayun sekuat tenaga, pukulan dalam film laga harus berhenti saat mengenai sasaran untuk menghindari cedera.

6. Bukan gerakan silat

Berbagai jurus Silat yang Iko miliki dan “turunkan” ke Frank Grillo sayangnya gak bakalan nampil di film. “Koreografinya saya buat umum, tanpa menjurus ke cabang bela diri manapun,” kata Iko.

7. Jadi orang Laos

Kenapa bukan koreografi silat? Karena latar film itu bukan di Indonesia, melainkan di Laos. Iko dan Yayan Ruhian ceritanya jadi orang Laos. Keduanya menjadi anggota militer atau kepolisian, bukan warga suku lokal.

8. Tapi, syutingnya di Indonesia

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

Namun begitu, lokasi pengambilan gambarnya ada di Indonesia. Candi-candi yang terlihat di trailer itu merupakan Candi Prambanan. Beberapa adegan lain dikerjain di sebuah studio di Batam.

9. Alien lawan alien

Iko merasa proyeknya kali terbilang unik. “Film laga kan biasa menampilkan perkelahian manusia dengan manusia. Bukan manusia dengan alien, apalagi alien dengan alien. Lagi pula, jarang banget ada film alien yang berisi gerakan beladiri,” ujarnya.

Dia juga bilang kalo adegan manusia lawan alien terbilang sulit. Aktornya harus jago berekspresi karena sesungguhnya melawan efek CGI (computer generated image).

10. Iko juga belajar banyak

Project “Beyond Skyline” ngajarin Iko banyak hal tentang profesionalisme dunia perfilman. “Semua yang terlibat produksi sangat menghargai waktu. Kalau janji pukul lima, pukul itu sudah siap di lokasi,” cerita Iko.

Selain itu, aktor-aktornya engga ada yang belagu. Frank Grillo apalagi. Iko bilang, aktor yang main film “The Purge” (2014 & 2016) itu suka banget becanda, ramah, dan rendah hati meski doi termasuk bintang dunia.

Dia juga sempet belajar Bahasa Lao. Di film nanti, Iko akan ngomong “Ayo, lekas!” dengan bahasa tersebut. Waktu wartawan memintanya ngomong Lao, dia udah mulai lupa. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.