Senin, 17 Desember 2018

Genmuda – Kata alay punya banyak makna meski sampai sekarang belum masuk KBBI. Pertama, bisa mengacu pada arti awalnya, yaitu anak layangan. Bisa juga mengacu pada kepanjangan lain, yaitu anak lebay (berlebihan). Bisa juga berkonotasi negatif dengan makna norak atau gemar berbuat nirfaedah.

Tanpa maksud menyinggung gaya hidup atau kelakuan beberapa pihak alay menurut Oom Deddy Corbuzier, alay menurut Genmuda.com adalah pihak yang kelakuannya merusak karya orang lain. Baik kelakuan itu disengaja, atau lebih parahnya lagi engga disengaja.

Kasus macam itu terlihat hampir tiap ada pameran seni, kok. Meski tulisan “dilarang lewat dan menyentuh” terpampang, masih ada aja pengunjung yang melewati batas terus megang karya pameran. Dasar alay!

Setelah ditelusuri, sifat alay seperti itu ternyata juga terjadi di luar negeri, loh. Kabar baiknya, alay bukanlah sifat khas Indonesia. Tapi kabar buruknya, manusia tak kebal dari dosa dan perbuatan alay macam di bawah ini.

1. Penyabetan lukisan “Rokeby Venus”

via timeout.com
(Sumber: timeout.com)

Cewek bernama Mary Richardson menyabet-nyabet lukisan “Rokeby Venus” di London National Gallery dengan golok sebagai aksi protes, sekitar tahun 1914. Sebelum perbuatan yang merusak masterpiece karya Diego Velazquez sejak 1651 itu dilakuin, temannya ditangkap karena terlibat aksi vandal.

Pada kesehariannya, Richardson adalah pegiat salah satu gerakan feminis yang juga beberapa kali terlibat aksi pembakaran dan vandalisme. 16 tahun setelah aksi perusakan lukisan, dia tergabung ke British Union of Fascist, salah satu partai fasis di Inggris.

2. Vandalisme Mona Lisa I, II, III, dan IV

via Time
(Sumber: Time)

Lukisan “Mona Lisa” karya Leonardo Da Vinci sejak 1503 dirusak empat kali. Tahun 1956, seorang fans yang terlalu alay menyiram cairan asam ke bagian bawah lukisan. Akhir tahun yang sama, warga kebangsaan Bolivia, Ugo Ungaza Villegas melempar batu ke lukisan itu hingga sobek.

Tahun 1974, perempuan difabel memeluk Mona Lisa saat dipamerin di Tokyo National Museum karena murka sama keterbatasan akses warga difabel. Aksi alay terakhir terjadi 2009, Mona Lisa dilempar gelas oleh cewek Russia yang murka karena ditolak proposalnya untuk jadi warga negara Prancis.

Kabar baiknya, Museum Louvre, rumah Mona Lisa sekarang punya teknik reparasi untuk memulihkan kecantikan lukisan itu.

3. Pengeboman The Thinker

via civicartsproject.com
(Sumber: civicartsproject.com)

Aksi terorisme (tingkatan alay tertinggi) yang melanda AS sekitar 1970 berujung pada pengeboman Patung “The Thinker” yang terpajang di Cleveland Museum of Art. Ledakannya bikin patung karya Auguste Rodin tahun 1881 itu kehilangan kaki dan gak bisa diperbaiki.

4. Penyerangan Bunda Maria

via timeout.com
Laszlo digebukin massa. (Sumber: timeout.com)

Geolog berkebangsaan Australia, Laszlo Toth menyerang patung Bunda Maria buatan Michelangelo sejak 1499 dengan palu. Serangan itu bikin hidung, mata, dan bagian bahu patungnya rusak parah.

Aksi nekatnya disebabkan oleh Laszlo yang berhalusinasi bahwa dia adalah jelmaan Isa Almasih. Karena kelakuan itu, Laszlo digebukin massa. Rasain!

5. Pencoretan Guernica

via timeout.com
(Sumber: timeout.com)

Lukisan “Guernica” karya Pablo Picasso sejak 1937 dicoret dengan tulisan “KILL ALL LIES” oleh Tony Shafrazi. Nama doi langsung melejit terkenal karena kelakuan alaynya.

Doi berkelit bahwa tindakan pencoretannya adalah semacam aksi seni yang terkalkulasi, sebagai bentuk protes terhadap perang. Akhirnya, Tony menikmati ketenaran alaynya dan jadi salah satu pedagang karya seni yang terbilang sukses.

6. Vandalisme The Night Watch I, II, dan III

via wikimedia.org
Lihat garis putih di lukisan? Itu bekas sabetan pisau. (Sumber: wikimedia.org)

Lukisan apik karya Rembrandt sejak 1642, “The Night Watch” disabet dengan pisau tahun 1911 oleh seorang koki. Untunglah sabetan itu gak menembus lapisan pernis yang melindungi lukisan.

Percobaan penyabetan “The Night Watch” terulang lagi. Kali ini, oleh William de Rijk yang berhasil menyobek lukisan itu secara parah, tahun 1975. Pelakunya bunuh diri setahun kemudian, setelah dibawa ke RSJ.

Serangan terakhir terjadi tahun 1990 oleh orang gak dikenal yang menyiram carian misterius ke lukisan hingga lukisannya luntur parah. Setelah diteliti, cairan itu adalah asam sulfat.

7. Penembakan lukisan Bunda Maria

via timeout.com
(Sumber: timeout.com)

Karya Leonardo Da Vinci tahun 1500-an yang digambar dengan batu bara ini ditembak dengan shotgun dari jarak tujuh kaki saat dipajang di London National Gallery, tahun 1987. Karena dipajang di balik gelas pelindung, tembakan itu hanya melubangi sebagian kecil lukisan.

Pelakunya ditangkap dan dinyatakan sakit jiwa lantaran terlalu kecewa sama pemerintahan Perdana Menteri Margaret Thatcher kala itu. Lukisannya langsung direstorasi.

8. Penonjokan Argenteuil Basin

via timeout.com
(Sumber: timeout.com)

Andrew Shannon menonjok bagian tengah lukisan “Argenteuil Basin with a Single Sailboat,” sekitar 2012. Dia langsung ditangkap dan dipenjara lima tahun. Sementara itu, lukisan impresionis karya Claude Monet tahun 1874 itu direstorasi selama 18 bulan.

9. Pencoretan Black on Maroon

via theguardian.com
Ini karya yang dipantek. (Sumber: theguardian.com)

Tahun 2012, lukisan abstrak karya Rothko tahun 1958 dipantek bagian kanan bawahnya dengan spidol saat terpajang di Tate Gallery London. Pelakunya adalah Wlodzimierz Umaniec, seorang blogger yang mengaku seniman. Dia dipenjara selama dua tahun dan menyatakan penyesalannya ketika bebas.

10. Pengotoran Dirty Corner

via bbc.co.uk
(Sumber: bbc.co.uk)

Seni instalasi kontemporer karya Anish Kapoor ini terpajang di Palace of Versailles Prancis, sekitar 2015. Pada masa pameran, karya itu dirusak dua kali. Pertama, dengan dilempar cat kuning.

Setelah cat itu dibersihin, aksi perusakan terjadi lagi. Kali ini, dengan dicoret oleh kalimat-kalimat berpesan Anti-Semitic, Anti-Arab, Anti-Muslim. Sampai sekarang, pelaku pencoretan itu belum ketahuan dan beredar teori bahwa itu adalah ulah orang dalam. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.